Published On: Ming, Apr 17th, 2016

Warga Harus Turut Mengawasi Pembangunan Artesis

Sukabumi POS.

            Warga Masyarakat Komplek Bumi Pasir Rahayu (BPR) Kelurahan Nanggelang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat diminta harus turut mengawasi dalam pelaksanaan pembangunan sumur artesis di lingkungn RT.006 RW.006, tegas Kipri yang berpengalaman dalam hal pengeboran sumur, saat ditemani wartawan SKU Sukabumi POS, Minggu pagi kemarin (17/4).

Pengawasan itupun jangan mau diajak badami, terus terang saja saya tidak berarti tidak buruh duit, karena saya punya. Bukan saya sok suci, karena saya juga manusia, penjelasan ini berdasarkan pengalaman pada tahun 2009 lalu? Yang menjadi korban isteri saya hingga kini belum 100% normal dari penyakitnya gara-gara air artesis tersebut, untuk wilayah disini anggran pembangunan sumur artesis tersebut mencapai Rp.600.000.000?, katanya.

Sehingga kita sebagai warga, meminta kepada pihak panitia maupun instansi terkait untuk transaparan dalam pelaksaann pembangunan/pengeborannya, kalau perlu setiap pengeboran sudah mencapai puluhan meter itu harus dicek bersama, andaikan telah mencapai 150 meter (sesuai bestek-red) kedalamannya yang pertama mencicipi airnya direktur, kemudian warga lain mencicipinya, imbuhnya serius.

Sementara Ketua RT.OO5 RW.OO7 Ir.Warly Gandana yang didampingi mantan Ketua RW.OO6 Adam, dalam penjelasannya menyebutkan, pembangunan ini jangan sampai gagal untuk yang kedua kalinya, kegagalan pertama itu diwilayah Pasir Berkah sumur boor artesis itu gagal. Pengalaman itu kita pakai dan kita harus benar benar transparan pada warga maupun pihak terkait, sebab air itu menyangkut hajat hidup orang banyak dan amanah itupun harus dilaksanakan dengan baik dan lebih baik, katanya.

Selain pembangunan sumur artesis, kata Ir.Warly Gandana, komplek BPR juga menerima dana hibah dari salah satu organisasi International asal Jerman sebesar Rp.90.000.000 untuk pembangunan penampungan air hujan, yang nantinya bisa digunakan ketika musim kemarau datang, hingga saat ini baru tahap penggalian tepatnya yang berdekatan dengan Masjid Jami Al-Mujahirin, baru mencapai 2,5 meter kedalamannya. Rencananya, akan lebih dalam lagi. Pasalnya, dalamnya penggalian, maka air hujan yang ditampungpun akan lebih banyak lagi, sehingga warga BPR tidak perlu lagi khawatir akan kekurangan air,ucapnya.

Mengakhiri perbincangan antara Kipri dengan Ketua RT, Mantan Ketua RW maupun warga masyarakat lainnya, tegaskan. Maaf ya, saya tidak berarti orang dekat dengan walikota dan saya tidak bermaksud menggurui atau ngajarkan ngojay ka meri, sebab ini kepentingan kita bersama,hanya itu saja amanah harus dijalankan sesuai besteknya. (M.Yunus)

Keterangan Photo :

Sejumlah warga BPR ketika bersih bersih tempat yang akan dilakukan penggalian sumur artesis, dan berdekatan dengan rumah Ece dan Iwan, bahkan peletakan batu pertamanya-pun akan dilakukan Walikota Sukabumi H.Mokh.Muraz.SH.MH. pada 24/4 mendatang.(Foto : Machmud Yunus)

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Tomtom Sandy berkata:

    Saya bangga dgn upaya2 pemerintah kota dalam meningkatkan kesejahtetaan masyarakat. Salah satu upaya nyata pemerintah kota dibangun bbrp titik air bersih dan sumur artesis. Di BPR saat ini dibangun sumur artesis. Apakah saya yg tinggal diluar perum bisa menikmati air artesis ini ? Karena dari informasi bapak RT perumahan, bahwa air bersih ini hanya utk warga perum saja. Saya tinggal berbatasan dgn BPR. Hatur nuhun.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>