Published On: Sen, Mei 11th, 2015

UMAR BIN KHATTAB CONTOH PEMIMPIN SEDERHANA DAN AMANAH

Share This
Tags

SUKABUMI, (SP/SYI’AR); Kita sebagai umat muslim, sebenarnya memiliki contoh figure seorang pemimpin yang patut di ikuti jejak kepemimpinan seperti umar bin khattab. Dia adalah pemimpin atau seorang  Khalifah  yang meneruskan  kekhalifahannya  setelah wafat Rasulullah Saw, namun ketika beliau menjabat khalifah itulah terlihat kesederhanaannya dan amanah sebagai pelayan umat.

Sebenarnya ketika umar ditunjuk secara aklamasi untuk memegang jabatan halifah itu sangat berat dan ingin menolak  mengingat tanggungjawab  seorang pemimpin sangat besar dihadapan Allah kelak. Apalagi dalam pandangan umar, pemimpin suatu kaum, pada hakikatnya pelayan kaum itu, namun lantaran sudah dipilih secara  aklamasi maka ia tidak bisa  mengelak lagi, ia terpaksa menerima keputusan itu.

Suatu saat pernah terjadi kepada pedagang Yahudi dari Syam dan dari Mesir ke Madinah untuk menemui khalifah.  Yahudi itu belum tahu yang mana umar bin khattab , kepala pemerintahan  Negara Islam yang wilayah kekuasaannya makin meluas itu. 

Kepada seorang yang ditemuinya di perjalanan, Yahudi itu bertanya , dimanakah istana raja Negri ini ?”. Orang yang ditanya yahudi itu menjawab, “lepas lohor nanti  ia akan berada ditempat istirahatnya, yaitu didepan masjid dekat pohon kurma.” Si yahudi itu membayangkan, alangkah indahnya istana Raja/ khalifah, dihiasi kebun kurma yang rindang ,tempat berteduh merintang-rintang waktu. Maka tatkala si yahudi tiba didepan masjid, ia kebingungan, sebab disitu tidak ada sesosok pun bangunan megah yang mirif Istana, memang ada pohon kurma, tetapi Cuma sebatang. Dan dibawahnya tampak seorang lelaki bertubuh  tinggi besar  dengan jubbah yang sudah luntur warnanya tengah tidur .

Yahudi itu mendatanginya dan bertanya, “ maaf saya mau berjumpa  dengan khalifah Umar bin khattab.” Sambil bangkit umar menjawab, “Akulah umar bin khattab,” Otomatis si Yahudi itu terbengong-bengong .” maksud yahudi itu umar yang khalifah,pemimpin Negri ini. Yahudi itu makin terlongong,mulutnya terkatup rapat tidak bias bicara, Ia membandingkannya dengan para Rahib yahudi yang hidupnya  serba mewah, gemerlapan,dan para Raja Israel  yang istananya gebyar-gebyar . Sungguh tidak masuk nakal , ada seorang pemimpin besar temapt istirahatnya hanya  diatas selembar tikar ,dibawah pohon kurma ditengah langit yang terbuka.

“Dimanakah istana Tuan ? “Tanya si yahudi kepada Umar. Umar pun menjawab,Di sudut jalan itu, bangunan nomor tiga dari yang terakhir, kalau yang kau maksud. Adalah kan kediamanku.” Jawab Umar lagi. Maksud Tuan yang kecil dan kusam itu ? si yahudi tambah keheranan.” Ya, namun itu bukan istanaku,kata umar sebab istanaku berada dalam hati yang tentram dengan ibadah kepada Tuhan,” sambut umar sembari tersenyum. Si Yahudi itu menunduk malu, kedatangannya yang berniat melampiaskan kemarahan dan tuntutan-tuntutannya , berubah menjadi kepasrahan  dengan segenap jiwa raga, sambil matanya berkaca-kaca , ia berkata, “ Tuan saksikanlah , sejak hari ini saya mulai meyakini kebenaran Agama Islam, izinkanlah saya menjadi pemeluk Islam sampai mati,” seraya si Yahudi mengucapkan dua kalimah sahadat.

Pantaslah, apabila sebuah wejangan mulia mengatakan, “ Nasihat dengan perbuatanjauh lebih  berhasil dibandingkan dengan perkataan.” Sebenarnya setiap orang adalah  pemimpin, dan setiap pemimpin dituntut untuk menjadi  teladan bagi yang dipimpinnya. Maka jika ia berkata , hendaklah berkata yang baik, dan jika ia berbuat , hendaklah berbuat yang baik pula. Pertanyaannya, akankah pemimpin-pemimpin kita mencontoh seperti khalifah Umar ? jawabannya wallahu alam bissawab.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>