Published On: Sab, Okt 28th, 2017

DP3A BERIKAN DAMPINGAN KEPADA SISWI SMA KORBAN PELECEHAN DI TENJOJAYA

Kondisi korban saat disambangi petugas BP3A

Tenjojaya, (Sukabumin Pos). Kasus pelecehan seksual yang dialami salah seorang siswi SMA di tenjojaya cibadak, Kabupaten Sukabumi yang diduga dilakukan oleh oknum guru ekstrakulikuler silat di sekolah tersebut (bukan guru olahraga sebagaimana diberitakan sukabumipos sebelumya). Kasus ini mendapatkan perhatian serius Dinas Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi dengan memberikan pendampingan khusus bagi korban.

Dilansir dari kesaksian petugas DP3A yang mengunjungi kediaman korban,  Senin (30/10/2017), RT. 01/02 Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, kondisi korban pasca terjadinya pelecehan itu masih terganggu kesehatan dan psikologisnya. Menurut orang tua korban (Rudi) saat ini Kondisi psikologis ZA (16) siswi SMA Baitul Hikmah di Tenjojaya yang diduga dilakukan oleh oknum guru ekstrakulikuler silat di sekolahnya masih terlihat sangat buruk.

Menurut Neni Sumiyati, Kasubdit PPA menjelaskan, pihaknya baru mengetahui kejadian ini kemarin sore. Hari ini kami dari DP3A, langsung terjun ke lapangan. Ia mengatakan bahwa pihak DP3A akan melakukan pendampingan khusus pada korban. Hal ini dilakukan agar kondisi korban dapat kembali pulih secara semula baik secara psikologis maupun kesehatan fisiknya. “Kami akan melakukan pendampingan khusus pada korban, agar korban kondisinya pulih pasca kejadian” tuturnya.

Lebih lanjut, Neni mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga maupun pihak sekolah atas kemungkinan korban akan dipindahkan dari sekolah asal. Hal tersebut dikarenakan kondisi korban saat ini semakin memburuk, katanya.

Dikunjungi di tempat berbeda, Marwan Prajamukti selaku Kepala Sekolah SMAI Baitul Hikmah mengatakan pihak dewan guru merasa prihatin atas kejadian ini, “Kami pihak sekolah tentu merasa prihatin atas kejadian ini, pelaku sudah kami pecat dari sekolah” jelas Marwan.

Saat ini pihak sekolah telah melakukan kewajibannya dalam kasus ini dengan mendatangi pihak korban melalui STK, kesiswaan maupun keputrian untuk memberikan dukungan secara moril kepada korban. Hanya saja pihak sekolah enggan terlalu mengomentari kasus ini karena merasa kasus ini merupakan ranah dari penyidik. Menurutnya, oknum guru ekstrakulikuler yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual pun telah Dikeluarkan dari sekolah dan kasusnya telah didalami oleh pihak kepolisian Polres Kabupaten Sukabumi di Pelabuan Ratu.

Sementara itu sore ini, (30 Oktober 2017) untuk pemeriksaan korban dan saksi-saksi telah dilimpahkan ke polsek cibadak namun perkaranya tetap ditangani polres pelabuhanratu. Demikian sumber yang dapat dipercaya di polsek cikembar. (Budi S)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>