Serikat Buruh Sukabumi Tagih Rekomendasi Kenaikan Upah Lima persen

Serikat Buruh Sukabumi Tagih Rekomendasi Kenaikan Upah Lima persen
Iringan peserta demo karyawan pabrik sepatu di Sukabumi Timur

Sukalarang ( Sukabumi Pos ) – Ancaman buruh menolak rekomendasi Bupati Sukabumi Marwan Hamami tentang tidak naik nya Upah Minimum Kabupaten Sukabumi tahun 2022 dilaksanakan. Dan meminta melaksanakan kenaikan upah  lima persen. Serikat Pekerja yang ada di  dua pabrik sepatu,  PT GSI 2 Sukalarang, PT Pratama Abadi Industri  yang ada di Sukalarang menurunkan karyawan nya demo.

Agenda nya mereka akan mempertanyakan surat rekomendasi Bupati Sukabumi nomor 561/7779-disnakertran tanggal 29 November 2021 yang ditujukan ke Gubernur Jawa Barat. Sementara lokasi nya berubah yang tadi nya akan melakukan demo di  Pendopo akhirnya mereka berkumpul di mesjid Lingkar Selatan Cibolang. Jumat 3/12/2021.

Mereka kecewa surat rekomendasi yang sudah diputuskan kenaikan UMK lima persen akhirnya dibatalkan oleh Gubenrnur Jawa Barat berdasarkan surat rekomendasi dari pemerintah kabupaten Sukabumi.

“ Kami mendesak dan meminta kepada Bupati Sukabumi segera mencabut kembali surat pembatalan rekomendasi kenaikan upah lima persen yang sudah disampaikan waktu sidang dewan pengupahan di Pelabuhanratu sebesar lima persen “ jelas salah seorang karyawan di lokasi demo.

Sementara itu, anggota DPRD kabupaten Sukabumi,  Leni Liawati membenarkan surat revisi yang diterima dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak ada kenaikan.

“ Ya betul, UMK tahun 2022 tidak ada kenaikan dan masih tetap Rp. 3.125.444,72, dasarnya mengacu ke Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021” jelas anggota DPRD dari fraksi Partai Keadailan Sejahtera.

Sampai berita ini naik, hasil pertemuan dengan Bupati Sukabumi Marwan Hamami dengan utusan buruh belum diterima redaksi.

 

Redaktur             : Rangga

Redaktur             : Amuy Mulyadi.