Published On: Sel, Sep 29th, 2015

SELAYANG PANDANG PERISTIWA PERTEMPURAN BOJONGKOKOSAN

BOJONGKOKOSAN, (Sukabumi Pos),- Pertempuran konvoi bojong pada tanggal 9 Desember 1945 merupakan salah satu pertempuran yang memiliki arti penting dan bersifat khas seperti beberapa pertempuran yang terjadi dalam mengusir penjajah di negeri ini, antara lain: pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, pertempuran Ambarawa 19 Desember 1945 dan Perang Puputan Margarana 20 November 1946.

Dalam perang ini, pertempuran Bojongkokosan memberikan dampak diplomatik yang cukup berarti karena dalam pertempuran tersebut menewaskan seorang batalion 5/9 Jats satuan inti pengawal konvoy logistik APWI yang sempat membuat gempar parlemen Inggris London.

Pertempuran Bojong kokosan terjadi hari minggu tanggal 9-11 Desember 1945, disekitar Jalan raya antara Cigombong sampai Sukabumi. Pergerakan ini melibatkan Batalyon 1 TKR dipimpin mayor Yahya B. Rangkuti dan Batalyon 11 TKR dibawah pimpinan mayor Harry soekanti. Batalyon-batalyon ini menghadapi konvoy sekutu yang panjangnya hampir 12 KM, terdiri dari 150 truk yang dikawal sejumlah tank sherman, Panser wagon dan Brencarrier dengan inti kawal Batalion 5/9 Jats dari unsur Divisi india. Konvoy ini berhasil diporakporandakan di dua titik pertempuran yaitu di Bojongkokosan dan Cikukulu dengan kerugian yang besar.

Kemenangan pihak TKR dalam pertempuran itu merupakan salah satu “peristiwa monumental” yang mengawali kemenangan “moral diplomatik Internasional” bagi de facto Pemerintah Republik Indonesia.

Kemenangan ini memiliki arti penting yaitu bahwa bersatunya TKR dan Rakyat merupakan sesuatu kekuatan yang dahsyat yang dapat mengalahkan kekuatan penjajah.

Korban yang jatuh dalam pertempuran konvoy Bojong Kokosan dipihak TKR yang dibantu  barisan pejuang rakyat sebanyak 28 orang terdiri dari 23 orang TKR, 3 orang laskar Hisbullah dan 2 orang rakyat tak dikenal.

Dari pihak sekutu tewas 24 orang puluhan luka-luka termasuk didalamnya seorang komandan batalyon dan seorang perwira penghubung angkatan udara inggris dan hancurnya sejumlah tank panser, brencarrier dan Truk Para pejuang Bojong kokosan yang gugur ini merupakan Pahlawan Kusuma Bangsa.

Berdasarkan sejarah diatas maka Gubernur Jawa Barat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 003.3/Kep.1141/2004 tentang hari juang Siliwangi telah menimbang “dalam rangka pelestarian nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan sebagai wujud rasa hormat kepada para pahlawan, peristiwa heroik “bojong kokosan” perlu ditetapkan sebagai hari Juang Siliwangi  untuk memberikan motivasi dalam melestarikan nilai-nilai pahlawan bagi generasi penerus. Hal itu mengingat Undang-undang no 11 tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat (berita negara tanggal 4 juli 1950).

Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah nomor 125 (lembaran negara nomor 4437) Peraturan presiden No 33 tahun 1964 tentang penetapan penghargaan dan pembinaan terhadap pahlawan dan keputusan presiden no 217 tahun 217 tentang peraturan pahlawan nasional atas dasar memperhatikan surat dari panglima komando daerah Militer 111/Siliwangi nomor 8/980/V111/2004 tanggal 31 Agustus 2004 dan memutuskan bahwa tanggal 9 Desember 2004  sebagai hari Juang Siliwangi. Diperingati seluruh masyarakat Jawa Barat hal ini ditetapkan di Bandung oleh Gubernur Jawa Barat.  (HERDI)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>