Published On: Sab, Okt 28th, 2017

Salah Satu Indikator Tingginya Angka Kemiskinan Masalah Tingkat Pendidikan

Sukabumi POS
Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. mengungkapkan, jumlah angka kemiskinan di Kota Sukabumi, pada tahun 2017 ini mengalami penurunan sebesar 0,2 persen. Dijelaskannya, kendati jumlah penurunan angka kemiskinan di Kota Sukabumi ini belum mencapai satu digit, tapi untuk ke depanya diharapkan dapat menunjukan trend penurunan yang signifikan. Namun demikian, jumlah angka kemiskinan di Kota Sukabumi ini, masih dibawah rata-rata angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat dan nasional. Dijelaskan pula, berdasarkan data statistik yang ada di TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) Kota Sukabumi, dari jumlah keseluruhan penduduk Kota Sukabumi pada tahun 2017 sebanyak kurang lebih 340 ribu jiwa, sebanyak 8,76 persen merupakan penduduk yang masuk dalam kategori miskin, atau lebih rendah sebesar 0,2 persen dari tahun 2016 yang mencapai angka 8,78 persen.
Lebih jauh Wakil Walikota Sukabumi mengungkapkan, hasil pemetaan di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi, Kecamatan Warudoyong merupakan wilayah dengan angka kemiskinan yang paling tinggi. Kemudian secara berurutan disusul oleh Kecamatan Cikole, Kecamatan Citamiang, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Baros dan terakhir Kecamatan Gunugpuyuh. Dikatakannya, salah satu indikator tingginya angka kemiskinan pada suatu wilayah tertentu, yakni tingkat pendidikan penduduknya yang mayoritas hanya sampai pada lulusan sekolah dasar. Dikatakan pula, apabila mengacu pada program MDGs (Millennium Development Goals), angka kemiskinan saat ini cenderung berpotensi mengalami penurunan secara berangsur hingga 7 persen, serta puncak penurunannya diperkirakan terjadi pada tahun 2018 mendatang. Selain itu juga dikatakan, menurunnya angka kemiskinan di Kota Sukabumi ini, dipengaruhi oleh beberapa faktor dan adanya interpensi dari pemerintah melalui berbagai program, seperti program jaminan sosial dan jaminan pemberdayaan serta pembangunan insfratuktur.
Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, melalui berbagai program tersebut, warga masyarakat miskin bisa dengan mudah mendapatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, melalui KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Sedangkan pembangunan infrastruktur yang dapat dirasakan langsung oleh warga masyarakat, salah satunya pembangunan infrastruktur Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni). Namun demikian, dengan banyaknya interpensi dari pemerintah melalui berbagai program tersebut, harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup warga masyarakat, supaya tidak bergantung atau mengandalkan bantuan.(Dadang)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>