Published On: Sab, Okt 31st, 2015

Ratusan Warga Padabeunghar Datangi BPMPT

Sukabumi Pos, SUKABUMI – Siang hari sekitar Pukul 10.00 WIB, Kantor BPMPT Kabupaten Sukabumi dipenuhi dengan Kendaraan roda dua dan roda  empat. Pasalnya di kantor itu, sedang  didatangi ratusan warga dan Ormas Islam. Mereka menuntut haknya karena merasa ditindas warga China, Pemilik Pabrik Kapur di wilayah Padabeunghar Jampang tengah. Massa berdatangan Pada hari Kamis, Tanggal 29 Oktober 2015.

Tidak lama kemudian, Pihak perizinan menyambut masyarakat ke ruang Aula BPMPT yang ada di belakang kantor. Nampak Terlihat di ruangan itu, untuk mempersilahkan audiensi bersama perwakilan pihak Perizinan, Pemerintah menerima dengan baik kedatangan Ratusan massa. Sempat terjadi dengar pendapat yang begitu lama dan njelimet, dan dengar pendapat tersebut tidak membuahkan hasil yang jelas terkait permaslahan ini.

Melihat Kondisi diruangan Audiensi. Menurut salah satu perwakilan dari kordinator massa  AD, “Bahwa nama   Linzing Adalah warga asing dan ia tidak terdaftar sebagai warga pada beunghar, Jelas bahwa ia bukan warga Cibuntu dan Ormas Garis meminta pimpinan Perusahaan itu di hadirkan di rapat dengar pendapat ini.” Terang AD.

Hal senada diperjelas oleh  abah dari Ormas Garis. Ia menjelaskan, “Masalah ini ada hubunganya dengan alam dan berdampak besar kepada masyarakat. untuk itu, Kami minta perusahaan asing dihadirkan, Terutama  Kepala Dinas Zainul BPMPT untuk bisa pecahkan masalah ini bersama-sama.” Menurutnya.

Berdasarkan pantauan wartawan Sukabumi Pos di lapangan. Massa yang terlihat kesal, karena tidak menemukan titik temu dalam dengar pendapat tersebut. Dengan nada sedikit emosi, “Kami akan aksi besar-besaran, Karena kedatangan kami hari ini merasa di permainkan.” dan akhirnya ratusan massa itu membubarkan diri, Karna Kepala BPMPT Zainul dan Pihak Perusahaan Setelah ditunggu beberapa lama tidak terlihat batang hidungnya.

Dikesempatan yang lain. Gungun Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Sukabumi, menjelaskan “Bahwa Izin UPL/UKL Perusahaan PT. Wansida Indonesia dengan aktivitas Galian Kapurnya itu, belum melibatkan lingkungan setempat. Bahkan Rekomendasi dan Domisili dari Desa PadaBeunghar, Kecamatan Jampang tengah. belum tercatat di Kantor Desa.” Menurut dia.

Berdasarkan wawancara kami bersama tokoh pemuda pemuda Padabeunghar, Asep  AH. Mengatakan kepada Sukabumi Pos, “Kami datang untuk memenuhi undangan dari perizinan guna menindak lanjuti Legalitas izin perusahaan Warsida Indonesia. Menurut Fakta yang ada, Bahwa izin Lingkungan tidak benar dan identitas pemilik perusahaan Linzing yang beralamat di Kampung Cimere Rt 05/01. Desa Padabeunghar, Kecamatan Pada beunghar, itu tidak benar. Kemudian kami sangat menyesalkan Kepala BPMPT tidak hadir pada audiensi itu, terus alasannya apa mengundang kami ! ” Tutup Asep.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>