Published On: Rab, Mei 20th, 2015

PROSTITUSI MERAMBAH KE BURUH PABRIK

CIANJUR, ( Sukabumi Pos ),- Dibongkarnya prostitusi on line artis poto dewasa AA yang digermoi RA oleh jajaran kepolisian Jakarta. Ternyata di Cianjur pun terindikasi kini mulai marak prostitusi melalui jaringan internet yang melibatkan buruh pabrik, pelajar dan masyarakat umum. Mewabahnya bisnis prostitusi on line dekade ini, membuat Kepala Bidang (Kabid) Advokasi dan Penanganan Kasus Pusat Pelayanan Terpadu dan Permberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, prihatin. Hal itu terjadi tidak lepas karena kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak, terutama dalam hal pergaulan.

“Ini terjadi dan dibiarkan oleh orang tua mana kala anaknya ngekos atau tinggal terpisah tanpa meminta biaya, malah dianggap anaknya sudah mandiri. Padahal anaknya tidak bekerja dan dibalik itu bisa saja anak melakukan penyimpangan yang diantaranya ialah prostitusi,” ujar Lidya, Selasa (12/5/2015).

Dikatakan Lidya, praktek prostitusi yang terjadi juga tidak jauh dengan penyalahgunaan narkoba. Bahkan dampak buruknya juga bisa menjadi korban penularan HIV/AIDS dari pelanggannya. “Yang paling dikawatirkan dalam praktek prostitusi itu terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan berjangkit penyakit berbahaya HIV/AIDS,” ujarnya lagi.

Lebih jauh Lidya mengungkapkan, mayoritas pelaku prostitusi dari kalangan perempuan berumur 15 hingga 21 tahun. Dari para pelaku prostitusi tersebut diantaranya pula merupakan pegawai pabrik yang menjadikan profesi sebagai sampingan ketika upah selama satu bulan sudah habis sebelum waktunya.

“Dari hasil temuan kami, memang banyak pegawai pabrik yang memiliki profesi sampingan menjajakan diri, sisanya anak sekolah yang tidak tinggal bersama orangtua,” jelasnya.

Salah satu langkah untuk mengantisipasi agar bisnis esek-esek itu tidak terus menyebar, orang tua harus semakin protektif terhadap anak. Artinya orang tua harus mengawasi dengan siapa anaknya itu bergaul dan bersosialisasi. Selain itu warga di lingkungan tempat tinggal serta ulama sebagai tongkat penyebaran ilmu agama juga harus berperan aktif melakukan pencegahan.

“Orangtua jangan apatis apalagi sampai merasa bangga ketika anaknya memilih tinggal terpisah, padahal belum bekerja. Itu harus ditelusuri apa yang dia lakukan. Disamping itu, warga dan ulama juga harus ikut andil bekerja sama bersama-sama dalam menekan terjadinya penyakit masyarakat itu, jangan sampai apatis,” pintanya ( Andri )

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>