Published On: Rab, Apr 12th, 2017

Pedagang Terminal Jalur Type “A” Mengeluh?

Sukabumi Pos

            Sedikitnya puluhan pedagang yang menempati kios di Terminal Jalur “A” pada mengeluh, padahal mereka menempati kios kios itu sejak diresmikannya oleh Menteri Perhubungan Pusat, beberapa pekan lalu. Menyusul lagi, janji Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, konon katanya menurut beberapa pedagang. “Harusnya per 1 April 2017 ini angkutan kota maupun Elf dari terminal Lembursitu sudah menempati terminal ini.

Menurut Mimin(58), ketika bincang bincang dengan wartawan, Sabtu lalu (1/4), di kiosnya yang sunyi senyap itu tanpa pembeli merasa aneh, sampai sampai pendapatanya  hanya Rp.20.000 sampai Rp.30.000/hari. “Ini jelas sangat tidak menguntungkan bagi kami, beda lagi kalau janji pemerintah itu tepat terhadap angkutan kota maupun elf pindah kesini, saya yakin pendapat bisa Rp.500.000 sampai Rp.700.000/harinya”. Jangan mau dagang disini pak, kami kasian modal bapak bisa habis gak karun, katanya.

 

Diakui Mimin, memang dagang itu harus sabar, tapi kalau sudah berbulan bulan begini gimana mau sabar, sedangkan kewajiban retribusi harus dibayar setiap harinya, kalau untuk kios sih sudah kami bayar Rp.12.000.000/tahun, uangnya juga boleh pinjam. Kalau bapak mau menempati kios ini biar kami lever saja, kami mau dagang diluar areal terminal saja yang tidak mengikat, paling kami bayar uang pengamanan. Kata Mimin, untuk mengatasi menu makanan yang setiap harinya dimasak, terpasak kami bungkus dan diedarkan disekitar areal terminal dan perkantoran dengan harga yang terjangkau antara Rp.12.000 atau Rp.13.000/bungkusnya, kalau tidak begitu kami merugi dan makanan jadi basi, ucapnya tegang.

Sementara pihak Pemerintah Daerah Cq Kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi melalui surat himbauannya yang ditempelkan dibeberapa kios menjelaskan. Peringatan : kios tidak untuk di perjual belikan/disewakan/dikontrakan. Apabila ada yang melanggar kios akan diambil alih oleh pemerintah daerah.

Menurut Mimin dan beberapa rekan lainnya menjelaskan, kalau tidak disewakan kepada pihak lain, kami darimana untuk mengembalikan uang sebanyak itu dan sudah masuk ke pemda antara Rp.12.000.000 sampai Rp.13.000.000/kiosnya. Yang jelas, kios ini tersisi dan berfungsi sesuai dengan keberadaannya, kalau pihak pemda sih tidak mau tahu masalah ini. “Lagi pula kiosnya juga ada penambahan luas tanah, yang semula aslinya dibeton yang dibatasi aliran sungai kecil, sedangkan pada kenyataannya ada penambahan luas tanah dengan menggunakan balok balok, sehingga aliran sungai kecil itu tertutup, dikhawatirkan lama kelamaan akan terjadi banjir setempat. Jadi terkesan pelaksana internal di kantor Dinas diduga ada penyimpangan”, imbuhnya(AMH/MAY)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>