Published On: Rab, Apr 12th, 2017

Mobile VCT Tidak Menjadi Momok dan Menakutkan Warga Masyarakat

Sukabumi POS

KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, berupaya optimal meningkatkan budaya VCT (Voluntary Conseling and Testing) di Kota Sukabumi, melalui Mobile VCT. Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak, karena warga masyarakat Kota Sukabumi yang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya melalui Mobile VCT ini, menunjukkan trend yang positif.

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., selaku Ketua KPA Kota Sukabumi menjelaskan, warga masyarakat Kota Sukabumi sudah mulai menyadari terhadap pentingnya kesehatan. Buktinya warga masyarakat Kota Sukabumi, banyak yang sudah tidak merasa malu lagi melakukan pemeriksaan kesehatannya melalui Mobile VCT, yang dilakukan oleh KPA Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Pegiat HIV-AIDS Lensa Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, dan RSI (Rumah Sakit Islam) Assyifa Sukabumi.

Dijelaskan pula, Mobile VCT saat ini tidak menjadi momok yang menakutkan lagi bagi warga masyarakat, untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya. Karena kerahasiaan terhadap hasil pemeriksaan kesehatannya, benar-benar terjamin dan terjaga. Selain itu juga dijelaskan, dalam beberapa bulan terakhir ini, warga masyarakat Kota Sukabumi yang melakukan pemeriksaan kesehatannya melalui Mobile VCT ini, menunjukkan trend yang positif.

Hal ini dapat dibuktikan, yakni pada setiap KPA Kota Sukabumi bekerja sama dengan Pegiat HIV-AIDS Lensa Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, dan RSI Assyifa Sukabumi melakukan VCT melalui Mobile VCT ke sejumlah lokasi sasaran secara periodik, banyak warga masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatannya, termasuk para Bumil (Ibu Hamil).

Menyinggung jumlah kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, seperti diungkapkan Wakil Walikota Sukabumi, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, saat ini sudah mencapai 1,088 kasus. Untuk itu Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan adanya peningkatan akses layanan kesehatan melalui Mobile VCT ini, dapat menekan kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi.

Dikatakannya, kegiatan Mobile VCT merupakan kegiatan atau layanan pemeriksaan HIV-AIDS kepada warga masyarakat khususnya kelompok beresiko, seperti PSK (Pekerja Seks Komersial), LSL (Laki Suka Laki), Waria (Wanita Pria), Pelanggan PSK dan Sopir, dengan mendatangi langsung ke sejumlah lokasi sasaran secara periodik.

Karena HIV-AIDS, dapat menular kepada setiap orang, tanpa mengenal umur, jenjang pendidikan, agama, pekerjaan dan strata sosial. Adapun obat yang paling ampuh agar tidak tertular HIV-AIDS, yakni dengan senantiasa menghindari seks bebas dan jarum suntik. Sebab VCT hanya bersifat membantu kepada warga masyarakat, untuk mengetahui kondisi kesehatannya.(AMH/MAY)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>