Published On: Sel, Feb 16th, 2016

Melestarikan dan Mengembangkan Seni Budaya Sunda Warisan Para Leluhur

Wayang Sukuraga, sudah dikukuhkan secara resmi menjadi seni budaya khas Kota Sukabumi, oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., tepatnya tanggal 12 Februari 2016, di Hotel Max One Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, para seniman dan budayawan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Sukabumi menyatakan merasa bangga dan gembira, atas kreativitas dan inovasi para seniman dan budayawan Kota Sukabumi, sehingga mampu menciptakan sekaligus mengembangkan seni dan budaya khas Kota Sukabumi, khususnya Wayang Sukuraga. Diharapkannya, dengan telah dikukuhkannya secara resmi Wayang Sukuraga menjadi seni budaya khas Kota Sukabumi ini, dapat menambah khasanah seni budaya khas Kota Sukabumi, sekaligus menjadi kebanggaan warga masyarakat Kota Sukabumi.

Sebab beberapa tahun yang lalu, telah pula dikukuhkan secara resmi seni Ngageulis (Ngagotong Lisung) atau Menggotong Lesung dan Boles (Bola Leungeun Seuneu) atau Bola Tangan Api, yang berakar dari tradisi seni dan budaya Kota Sukabumi. Selain itu, juga Sanggar Seni Catrik Palagan Kota Sukabumi, yang telah berhasil mengembangkan tari kreasi yang berakar dari tradisi seni dan legenda Kota Sukabumi, melalui Tari Pakujajar Ti Gunung Parang dan Tari Wangsasuta, yang telah beberapa kali mendapat penghargaan dari pemerintah.

Diharapkan pula, dengan telah dikukuhkannya secara resmi Wayang Sukuraga menjadi seni budaya khas Kota Sukabumi ini, dapat dijadikan momentum sekaligus sebagai pemicu semangat bagi semua pihak, khususnya dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Sunda warisan para leluhur, serta dapat lebih memperteguh komitmen segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, dina ngamumule jeung ngurus lembur sarta ngolah nagara, atau dalam memelihara dan mengurus kampung serta mengolah negara.

Sementara Dalang sekaligus Pencipta Wayang Sukuraga, Effendi menjelaskan, Wayang Sukuraga berbentuk boneka, yang dipadukan dengan seni lukis, seni rupa, seni musik, teater dan seni kerajinan, serta mulai di pertunjukan kepada khalayak umum sejak tahun 1997.

Adapun cerita dalam Wayang ini, tidak mengambil cerita  pada umumnya cerita wayang, seperti Ramayana dan Mahabharata, tapi lebih banyak menceriterakan konflik manusia secara internal, serta konflik-konflik para anggota badan manusia, dengan iringan musik kolaborasi paduan musik etnik tradisional dan modern. Demikian pula mengenai nama-nama tokohnya, disesuaikan dengan nama-nama anggota badan manusia, seperti mata, telinga, hidung, mulut, tangan dan sebagainya.(MYS)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>