Published On: Rab, Mar 9th, 2016

MASYARAKAT MASIH KEBERATAN SOAL KANTONG PLASTIK BERBAYAR

Sukabumi – (SP) Menanggapi edaran Menteri Lingkungan Hidup tentang kebijakan kantong plastik berbayar di minimarket, beberapa masyarakat mengaku berkeberatan.

Putusan kebijakan kantong plastik berbayar dilakukan sebagai tindak lanjut aksi Peduli Sampah Nasional yang dicanangkan pada Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari lalu. Beberapa pengusaha retail langsung menanggapi putusan tersebut dengan menerapkan kantong berbayar Rp200 – 2000 rupiah.

“Sebetulnya bukan masalah berapa banyak uang yang kami harus bayar untuk kantong tersebut, tapi justru sosialisasi dan perputaran uang kantong berbayar itu yang kami pertanyakan,” ujar Fauzi seorang pengunjung minimarket di Cibadak.

Beberapa pelanggan minimarket lainnya mengaku, penerapan kantung plastik berbayar di minimarket belum tepat sasaran. Para kasir minimarket belum diberikan pemahaman yang baik mengenai pentingnya mengurangi sampah plastic. Sehingga banyak sekali anggapan salah yang terjadi pada saat transaksi jual beli di minimarket.

“Pernah satu kali pegawai minimarket bilang ke saya begini ‘kantong plastiknya murah kok Mbak, jadi tidak memberatkan’. Nah, kalau begitu berarti esensi penerapan kantung berbayar itu tidak sampai. Itu sama saja namanya dengan jualan kantung plastik,” tanggapan Citra, mahasiswa asal Sukabumi menanggapi masalah ini.

Padahal Kebijakan kantong plastic berbayar dimaksudkan untuk mencegah sekaligus mengurangi sampah plastik yang umumnya berasal dari bekas penyimpanan sementara barang-barang saat berbelanja di pasar swalayan dan usaha retail lainnya. Kebijakan Plastik berbayar ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup nomor : SE-06/PSLB3-PS/2015, tentang Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Retail Modern mulai 21 Februari hingga 5 Juni 2016 mendatang.

“Semoga saja, ke depannya sosialisasi kebijakan ini tepat sasaran. Sehingga bukan lagi soal jual beli kantung plastik, tapi benar-benar usaha mengurangi peredaran sampah plastik di masyarakat,” pungkas Pajar Pramuji, S.S., seorang guru asal Cikembar. (Panji)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>