Published On: Kam, Nov 5th, 2015

Mahasiswa mengkritisi Para Kades Ke Bali

SUKABUMI, (Sukabumi Pos)- Menurut Kader Nasionalis, Dasep Indra Witarsa dari Komisariat STISIP Widiapuri mandiri, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi  mengkritisi rencana keberangkatan 381 Kepala Desa se-Kabupaten Sukabumi ke Bali. Kegiatan itu, di nilai kurang Objektif karena sama saja pemborosan Anggaran. Apalagi Berdasarkan informasi, Para Kades ini akan berangkat ke Bali pada tanggal 5 November 2015 menggunakan anggaran dari APBDes 2015.

Dasep menjelaskan, Keberangkatan para Kades ini dianggap tak Logis. Sebab kalau untuk studi banding bisa saja ke daerah yang dekat saja. Lantaran masih banyak desa di Kabupaten Sukabumi yang bagus dari berbagai segi, tanpa harus ke Bali. Apalagi keberangkatan para Kepala Desa ini di akhir tahun 2015.

” Seolah-olah ini untuk menghabiskan anggaran dan liburan bukan studi banding. Anggaran yang digunakan untuk keberangkatan itu mencapai ratusan juta. Kalau Kades punya hati nurani, uang yang besar itu bisa saja dialokasikan untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat.” Ucap Dasep.

Keberangkatan para Kades ke Bali itu bisa di kaji ulang terkait manfaatnya. Jangan hanya alasan studi banding, namun di pakai jalan-jalan. Sedangkan peng-aplikasiannya di daerah tidak ada.

Keberangkatan tersebut akan berlangsung secara bertahap di mana tahap pertama pada 5 November 2015. Sesudah melaksanakan bimbingan teknis peningkatan kapasitas Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi. Setiap tahap keberangkatan berjumlah sekitar 95 orang. Nantinya akan ada empat tahap yang berangkat ke Bali. Setiap tahapnya ada jeda tiga hari.

Dalam kesempatan lain, bantahan terkait keberangkatan tersebut untuk jalan-jalan dilontarkan. Para Kades akan belajar tentang pengelolaan administrasi dana desa. Sebab sejumlah Desa di Kabupaten Badung dalam satu tahunnya mampu mengelola dana desa hingga Rp. 9 Milyar. Bahkan dengan sistem administrasi yang baik.

“Nah karena itulah kami berangkat ke sana, sebab di Kabupaten Sukabumi, untuk anggaran dana desa kurang dari Rp. 1 milyar saja sudah kesulitan.” Menurut Kepala BPMPD Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman menjelaskan Kepada Sukabumi Pos Tanggal 2, di Hotel Pondok Asri Salabintana Sukabumi. (Herdi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>