Published On: Sen, Jan 15th, 2018

Komisi IX DPR RI Melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahasa hasil penelitian kesehatan di indonesia.

Komisi IX DPR RI Melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahasa hasil penelitian kesehatan di indonesia.

Komisi IX melakukan Melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan dengan Kepala Balitbangkes Kemenkes, Erasmus MC, University Medical Center Rotterdam, Belanda, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pajdajaran, Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada untuk membahas hasil penelitian kesehatan di Indonesia. Senini, (15/01/2018)

RDP dan RDPU ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf didampingi juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Daulay.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tengah melakukan kajian mengenai peluang pengembangan industri unggulan yang mampu meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia. Salah satu fokus industri unggulan yaitu industri farmasi pada tahun 2017 lalu dinilai belum mencapai pertumbuhan yang optimal. Fenomena tersebut ditunjukan oleh capaian pertumbuhan industri dan investasi di industri farmasi yang masih di bawah target. Di sisi lain pemerintah telah memberikan berbagai insentif untuk industri ini. Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat juga menjadi pasar potensial bagi produk obat kimia dan herbal.

“Penelitian ini sangat penting untuk meningkatkan riset medis di Indonesia”. Ucap Raoul Tan perwakilan Erasmus MC

Indonesia saat ini merupakan salah satu negara terendah dalam melakukan uji klinis dibandingkan dengan negara tetangga. Jumlah riset klinis yang dilakukan oleh Indonesia sejak tahun 2013 hingga Juni 2017 hanya sebesar 358 studi yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia sebesar 1,004 studi, Singapura sebanyak 1,934 studi dan Thailand sebanyak 2,552 studi.

“Data ini harus menjadi wake up call betapa Indonesia sangat tertinggal jauh”. Ujar Dede Yusuf.

Selain itu rendahnya jumlah studi di Indonesia merupakan gejala bahwa saat ini Indonesia masih mengalami permasalahan serius yang terjadi dalam menyelenggarakan riset klinis.

Hasil prtemuan ini yaitu, Pertama Komisi IX DPR RI mendesak Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan anggaran riset kesehatan yang bersifat inovatif terutama yang berkontribusi langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kedua Komisi IX DPR RI meminta Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan fakultas kedokteran yang ada di Indonesia untuk memfasilitasi penguatan riset kesehatan sesuai dengan keahlian dan kapabilitas masing-masing. Ketiga, Komisi IX DPR RI meminta Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat regulasi terkait dengan keamanan dan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari setiap peneliti yang dihasilkan.(Hasan Basri)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>