Published On: Sel, Sep 29th, 2015

HUT PEPABRI KE-56 DALAM MEMPERINGATI PERTEMPURAN BOJONGKOKOSAN

SUKABUMI, (Sukabumipos), – Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersejata Republik Indonesia (PEPABRI) Ke-56 dirayakan di museum Bojong Kokosan Palagan Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi pada hari Minggu, 27 September 2015 jam 08.30/12.00 WIB.

Menurut Ketum DPP Pepabri H. Agum Gumelar dalam Pidatonya, menyebutkan, Berjuang membutuhkan kesabaran, momentum ini untuk mengungkap lintas sejarah dalam menumbuh kembangkan nilai kepeloporan pejuang bangsa, waspada memecah belah bangsa harus dihindari agar tetap memiliki jati diri sebagai bangsa.

“Ulang tahun ini dalam rangka menggali nilai-nilai sejarah, nilai-nilai perjuangan. Jiwa Nasionalisme semangat rela berkorban demi nusa dan bangsa. Untuk selalu berfikir dan berbuat sudah tidak ada lagi intres-intres yang bersifat pribadi. Sebesar apapun ancaman terhadap bangsa ini, TNI dan Polri selalu bersatu.”

Ia menambahkan bhwa tidak ada pemimpin di negeri ini yang menginginkan rakyatnya sengsara, semua mencari solusi yang paling Bijak mengatasi permasalahan bangsa.

Di acara tersebut tampak hadir Wakil Presiden yang ke 4 Trisutrisno,  Letjen TNI Sutiyoso, Jendral Purn. Widodo, Wismoyo Arismunandar, Bupati Sukabumi, Ibu Eti Sudrajat, Perwakilan Kodim 06/07, DPP Pepabri, MABES POLRI, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kab. Sukabumi, Kesbangpol Linmas, Danramil Parungkuda, Kapolsek Parungkuda, Camat Parungkuda, Kepala Desa Bojongkokosan dan beberapa tamu undangan kehormartan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Rakor, Drs. Sulaimen AB, SH, Mayjen TNI (Purn). Pak sulaeman Ketua Yayasan DPP Pepabri menjelaskan adanya Peringatan Pepabri ini agar kita mengenang Jasa pahlawan untuk meneruskan kembali Perjuangan dalam mengisi kemerdekaan Republik ini.

“Kami sempat bertanya tentang keberadaan museum Bojongkokosan yang dihimpit beberapa Pabrik, sebelah depan, kiri dan kanan, adanya pabrik dilingkungan museum Bojong Kokosan, terlihat kurang begitu indah dipandang. Yang pasti, untuk musium Bojongkokosan, jangan sampai ada penciutan terhadap lahan bersejarah tersebut, harus kita jaga bersama. Kedepan kami Yayasan Palagan Bojong kokosan akan terus komunikasi dengan Pemerintah untuk lebih menjaga, memelihara dan diperhatikan Musium bersejarah tersebut.” Tutur Sulaeman. (Herdi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>