Published On: Rab, Agu 23rd, 2017

Heboh Masuknya “Tuyul” ke Sukabumi?

Share This
Tags

Sukabumi POS.

Warga masyarakat di tiga Kelurahan Kota Sukabumi. Dihebohkan dengan masuknya “tuyul”?, tuyul itupun tidak tanggung-tanggung merasuk ketiga tempat, seperti Kelurahan Tipar, Kelurahan Citamiang dan terakhir baru-baru ini 17 Agustus 2017, baru lalu,  Kelurahan Nanggeleng, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Untuk Kelurahan Nanggelang, tutur Johny Kartahadimaja (62), warga Pasir Sejahtera No.86 Rt.04 Rw.VIII, saat bincang bincang dengan wartawan diteras rumahnya, sambil mencicipi kue kaleng biskuit.

            Menurutnya, saya tidak habis pikir, kok selang beberapa hari saja uang tunai pensiunan saya hilang Rp.100.000, kemudian jelang beberapa hari lagi hilang Rp.100.000, anehnya lagi uang pecahan Rp.50.000 dan Rp.20.000 tidak pernah diambil, yang tidak dimengerti sama sekali uang tersebut sangat rapih dan tidak nampak ada bekas atau acak acakan, bagaikan lipatan uang dari Bank saja, biasanya kalau saya menggunakan uang sendiri kalau sudah diambail pasti uang itu sudah terurai dari lipatannya, kalau ini mah tidak, nah ini yang tidak dimengerti sama sekali oleh saya, ucapnya kesal.

            Untuk mengatasinya akan kejadian tersebut, lanjut Johny, setiap hari sisa uang pensiunan saya tidak pernah lagi disimpan dilemari baju maupun dilaci meja kerja, setiap hari saya kantongin, baik waktu tidur maupun ke kamar mandi bahkan BAB-pun saya bawa, dan alhamdulillah dengan cara ini tidak pernah hilang, memang ada yang mengatakan kalau menyinpan uang disatu tempat sebaiknya dibawah kitab suci Al’Quran, tapi saya tidak demikian.

            Sementara dari cacatan wartawan selama ini di Keluarahan Tipar menimpa keluarga Ibu Enung, penjual masakan goreng ayam siap saji, kemudian di Kelurahan Citamiang Eddy (Alm) juga demikian hanya saja sempat ribut antara keluarga yang ada didalam tapi tidak dilaporkan kepihak berwenang. Dari pengatamatan wartawan, sebenarnya tuyul itu tidak ada, yang ada kelemahan pemilik uang tidak mau teliti baik itu saat mengambil uang pensiuanan dari Bank atau tidak menghitung kembali saat dari hasil penjualannya. (Machmud Yunus).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>