Published On: Sel, Jan 5th, 2016

GMNI MINTA KEJAGUNG USUT KASUS KORUPSI YANG DITANGANI KEJARI CIBADAK

SUKABUMI KAB – beberapa dugaan kasus korupsi yang tengah diusut Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, masih belum jelas penangananya, kondisi ini membuat reaksi beberapa aktivis Sukabumi. Mereka menilai dalam pengusutan sejumlah kasus korupsi yang telah merugikan uang negara hingga saat ini diduga jalan di tepat.
Bukan hanya itu, mereka juga mendesak agar dalam pengusutan sejumlah kasus korupsi Kejaksaan Agung (Kejagung) mengevaluasi kinerja lembaga penegak hukum. Hal tersebut di ungkapkan Dewek Sapta Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Sukabumi. bahwa Kejari Cibadak dalam pengusutan sejumlah kasus korupsi dinilai jalan di tempat. Untuk itu, ia mendesak Kejagung agar mengambil alih semua penanganan kasus korupsi yang terkesan mengendap.
Melihat sejumlah kasus yang tidak ada kabar beritanya dalam pengusutannya saat ini yang masuk tahap penyidikan. Diantaranya, kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di RSUD Sekarwangi pada 2011 yang merugikan uang negara sebesar Rp. 7 miliar. “Dalam kasus ini, kami mendesak kejaksaan mempublikasikan siapa dan berapa orang yang merupakan tersangka. Namun supremasi hukum seperti tutup mata Katanya kepada Dewek kepada wartawan.
Selain itu, kasus penyidikan jual-beli kuota haji 2014 yang sudah jelas Kejaksaan menetapkan dua tersangka dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi berinisial AS dan D, Tapi hingga sekarang tidak jelas akhir dimana dan belum dilakukan penahanan. “Selain kasus jual beli kouta haji, penyidikan penyelewengan penjualan lahan negara seluas 300 hektar di Tenjojaya 2012 sama saja kasus ini, sudah dua tersangka telah ditetapkan yakni bernisial S dan SH salah satu Camat dan Kepala Desa. Namun dalam kasus ini aktor intelektualnya sampai sekarang belum terungkap,” ucapnya.
Untuk itu, ia menilai pengusutan dalam kasus korupsi di wilayah Kejari Cibadak seolah-olah mandek dan dipeti eskan. “Jika melihat realita seperti ini sudah sepantasnya Kejagung turun tangan dalam mengusut sejumlah kasus tersebut. Bila perlu Kejagung mengambil alih beberapa kasus korupsi tersebut. Apabila Kejagung masih belum mampu menuntaskan juga, Dalam waktu dekat kami akan melaporkan langsung ke Kejagung atau ke KPK agar pengusutan kasus ini segera dituntaskan,” tegasnya.
Kecaman serupa ditegaskan Ketua Aliansi Seniman Sukabumi Viswa Lintang menjelaskan, pihaknya mendesak para penegak hukum agar membuka selebar lebarnya informasi pada publik dalam semua penanganan kasus ini, jangan sampai terkesan tidak transparan dan berjalan ditempat dlam mengusut sejumlah kasus korupsi ini. “Kami berangapan Kejari Cibadak dalam menyikapi kasus tidak transpran. Kami sudah beberapa kali berupaya menyuarakan agar secepatnya kasus tersebut dituntaskan. Publik menanti kinerja profesional kejaksaan. Warga ingin tahu siapa saja para koruptor di sini dan sudah sejauh mana pengusutannya. Jangan sampai dipeti-eskan,”  tutupnya. (Herd)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>